Hm…hm…
tulisan ini mau saya persembahkan kepada beberapa orang di luar sana…
Entah karena banyaknya orang yang membicarakan di belakang, lewat status facebook membuat saya berpikir ternyata persahabatan yang kita jalani itu semu ya ^^, bukanlah persahabatan yang dilandaskan oleh keikhlasan namun, sebuah persahabatan yang dilandaskan atas azas pemanfaatan… Saya ingat ketika membaca sebuah buku yang disana ada sebuah tulisan yang mengena sekali kepada saya
Jika kamu ingin menjadikan seseorang sahabatmu, maka marahlah kepadanya kemudian cobalah dia dengan orang yang bertanya kepadanya tentangmu dan juga kejelekanmu. Jika ia berkata hal yang baik-baik dan menutupi kejelekanmu, maka bersahabatlah dengannya.
Kenapa ini yang saya angkat menjadi tema, karena saya banyak melihat praktik sahabat aneh yang kalau kita lihat, ketika sahabatnya pergi ia bisa dengan seenaknya membicarakan kesalahan sahabatnya tanpa tabayyun terlebih dahulu. Ah, ternyata ini juga terjadi dengan lingkungan saya… di belakang saya banyak sahabat yang suka membicarakan aib sahabatnya sendiri. Tanpa malu, malah semakin menarik *ketularan acara gosip kali yah*, Saya sendiri belajar dari kesalahan saya waktu dulu, karena waktu itu saya bermulut comel *Asal nyablak*, saya sempat dinasehati untuk tabayyun oleh teman-teman saya, untuk tidak terlalu membeberkan rahasia-rahasia orang.
Banyak sekali kisah hidup saya yang bermakna yang saya pelajari dari hidup saya, dan yang saya pegang hingga sekarang adalah KALAU INFORMASI DATANG DARI PIHAK LUAR MAU ITU FAKTA ATAUPUN FIKTIF/GHIBAH HARAP DI CEK TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENJADI FITNAH YANG LEBIH BESAR, ATAU ANDA MENYEBARKAN AIB YANG TIDAK DIINGINKAN OLEH ORANG ITU. Kalau susah bagaimana ?? LEBIH BAIK DIAM
Saya sendiri mulai menjadi anti dengan hal ini semenjak kelas dua SMA dimana teman saya, mengatakan kalau ketua DKM pacaran, dan bodohnya tanpa tabayyun saya percaya-percaya saja dengan hal tersebut hingga saat kuliah tingkat satu saya baru mendapat kesempatan untuk klarifikasi man to man dengannya, dan ternyata dia tidak demikian, malah dia bilang “Sebenernya saya saat itu menunggu orang yang menegur saya seperti ini” JLEB !…. Astagfirullah, sungguh setahun telah saya sia-siakan untuk berburuk sangka terhadapnya. Dan sering sekali mendengar selentingan selentingan dari teman teman dekat yang berkata negatif tentang dia, entahlah saya sendiri sudah bingung dengan hal tersebut….*Jika anda membaca ini, tolong maafkan saya waktu itu… Ternyata saya masih belum matang*
Dan semenjak itu saya belajar untuk menyikapi masalah, hanya dalam lingkup orang yang saya ingin tahu dan saya percayakan saja… Waktu itu ini strategi saya yang kedua, namun ternyata kapasitas pengertian orang pun masih berbeda, saya rasakan saat itu sehingga saya mulai berhenti untuk menceritakan masalah, dan hanya menyimpannya pada diri sendiri… Hal yang saya pegang tetap sama dengan yang diatas, JIKA ADA ORANG YANG MEMPERCAYAKAN MASALAHNYA KEPADA SAYA, SAYA AKAN COBA UNTUK MENYIMPANNYA… SAYA TAHU DIA SEDANG ADA MASALAH NAMUN DIA TIDAK MEMBERITAHU SAYA, SAYA BANTU DARI BELAKANG ATAU DIAM MENJADI ALTERNATIF YANG LEBIH BAIK
Tapi memang saya rasakan kita masih belum matang dalam menyikapi suatu informasi, hal ini dapat dilihat dari saya sendiri yang mungkin agak impulsif jika mendengar sebuah berita yang kurang mengenakkan, entah kenapa rasanya kurang greget kalau nggak bisa bantu, namun saya harus menyadari juga dalam menyikapi informasi ada satu hal yang harus saya pegang JUST YOU AND ME, Kalau ada segelinting kabar burung, alangkah lebih baik kita cek kepada yang bersangkutan langsung karena kita bukan Tuhan yang dapat menilai apakah itu aib atau bukan bagi yang mengalami….
Semoga dengan tulisan singkat ini bisa membuka wawasan agar lebih bijak lagi dalam menyikapi informasi….
NB : Terima kasih untuk akhi Bahril yang mengingatkan saya akan hal ini, dan terima kasih telah mau menjadi sahabat yang amar ma’ruf nahi munkar dengan saya ^^… Selanjutnya saya akan sering merepotkan ^^
NB2 : Afwan bwat orang yang saya tinggalkan tadi, saya sedang tidak suka saja dengan hal seperti tadi… seperti kelompok orang yang tidak berpendidikan yang haus dengan gosip, semoga kalian bisa menyikapi sebuah berita dengan lebih baik lagi, karena saya sudah tidak suka dengan hal seperti itu terpaksa saya harus meninggalkan kalian, maafkan aku… ternyata persahabatan kita hanya sebatas senang senang… terima kasih atas waktu yang singkat ini….. Insya Allah rahasia yang kalian ceritakan tetap akan saya simpan sendiri….