Yang sama atau berbeda ?

AssalamualaikumWr.Wb.

Alhamdulillah bisa mulai nulis blog lagih, setelah sibuk dengan urusan facebook (nyita waktu banyak, mau ngurangin susah ternyata :( ), cosplay (baru merangkap mulai), dan ngerjain tugas kuliah yang mulai agak bejibun. Entah kenapa semangat awal kuliah yang menggebu-gebu menghilang kandas di tengah jalan, bawaan sempet kesal, kerjaan marah-marah melulu.

Akhirnya mungkin saya tahu kenapa, mungkin masalah lingkungan kuliah yang kurang mendukung… Entah kenapa sebagai orang introvert saya cenderung suka mengamati keadaan sekitar saya, dan menuangkannya dalam tulisan. Masalah yang saya jumpai hanya satu, kadang orang lain kurang bisa menerima saya karena saya berbeda, padahal saya sudah mencoba untuk mendekati, bahkan memulai hal yang tidak biasa saya lakukan hanya untuk memulai percakapan ^^. Namun hasilnya nihil…

Beberapa teman saya yang lain juga saya perhatikan, ternyata ada beberapa yang mengalami nasib yang sama dengan saya (terkucil), yang berimbas pada diri mereka yang menjauh dari lingkungan, hingga hampir lost contact sama sekali, saat saya ajak mereka untuk datang ke dalam acara banyak dari mereka beralasan “males gw”, “ah, natr juga gw dikacangin”, “manfaat buat gw apa?”. Ini merupakan jawaban yang paling sering saya dengar.

Ternyata kecenderungan orang untuk mencari sebuah lingkungan yang nyaman untuknya merupakan suatu tuntutan yang sangat tinggi, dan bahkan mungkin menjadi sebuah basic needs dalam sebuah komunitas, setelah saya telaah lebih jauh ternyata setiap orang yang dekat memiliki kesamaan. Memang sebuah kebetulan yang aneh *walau saya juga mengalami* kadang orang yang mirip saling menarik satu sama lain. Namun apakah, hal ini berarti kita berkumpul atas sebuah dasar yang sama lalu menyalahkan orang lain karena mereka berbeda ?

Read the rest of this entry »

Sahabat & Menyikapi Informasi

Hm…hm…

tulisan ini mau saya persembahkan kepada beberapa orang di luar sana…

Entah karena banyaknya orang yang membicarakan di belakang, lewat status facebook membuat saya berpikir ternyata persahabatan yang kita jalani itu semu ya ^^, bukanlah persahabatan yang dilandaskan oleh keikhlasan namun, sebuah persahabatan yang dilandaskan atas azas pemanfaatan… Saya ingat ketika membaca sebuah buku yang disana ada sebuah tulisan yang mengena sekali kepada saya

Jika kamu ingin menjadikan seseorang sahabatmu, maka marahlah kepadanya kemudian cobalah dia dengan orang yang bertanya kepadanya tentangmu dan juga kejelekanmu. Jika ia berkata hal yang baik-baik dan menutupi kejelekanmu, maka bersahabatlah dengannya.

Kenapa ini yang saya angkat menjadi tema, karena saya banyak melihat praktik sahabat aneh yang kalau kita lihat, ketika sahabatnya pergi ia bisa dengan seenaknya membicarakan kesalahan sahabatnya tanpa tabayyun terlebih dahulu. Ah, ternyata ini juga terjadi dengan lingkungan saya… di belakang saya banyak sahabat yang suka membicarakan aib sahabatnya sendiri. Tanpa malu, malah semakin menarik *ketularan acara gosip kali yah*, Saya sendiri belajar dari kesalahan saya waktu dulu, karena waktu itu saya bermulut comel *Asal nyablak*, saya sempat dinasehati untuk tabayyun oleh teman-teman saya, untuk tidak terlalu membeberkan rahasia-rahasia orang.

Banyak sekali kisah hidup saya yang bermakna yang saya pelajari dari hidup saya, dan yang saya pegang hingga sekarang adalah KALAU INFORMASI DATANG DARI PIHAK LUAR MAU ITU FAKTA ATAUPUN FIKTIF/GHIBAH HARAP DI CEK TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENJADI FITNAH YANG LEBIH BESAR, ATAU ANDA MENYEBARKAN AIB YANG TIDAK DIINGINKAN OLEH ORANG ITU. Kalau susah bagaimana ?? LEBIH BAIK DIAM

Saya sendiri mulai menjadi anti dengan hal ini semenjak kelas dua SMA dimana teman saya, mengatakan kalau ketua DKM pacaran, dan bodohnya tanpa tabayyun saya percaya-percaya saja dengan hal tersebut hingga saat kuliah tingkat satu saya baru mendapat kesempatan untuk klarifikasi man to man dengannya, dan ternyata dia tidak demikian, malah dia bilang “Sebenernya saya saat itu menunggu orang yang menegur saya seperti ini” JLEB !…. Astagfirullah, sungguh setahun telah saya sia-siakan untuk berburuk sangka terhadapnya. Dan sering sekali mendengar selentingan selentingan dari teman teman dekat yang berkata negatif tentang dia, entahlah saya sendiri sudah bingung dengan hal tersebut….*Jika anda membaca ini, tolong maafkan saya waktu itu… Ternyata saya masih belum matang*

Dan semenjak itu saya belajar untuk menyikapi masalah, hanya dalam lingkup orang yang saya ingin tahu dan saya percayakan saja… Waktu itu ini strategi saya yang kedua, namun ternyata kapasitas pengertian orang pun masih berbeda, saya rasakan saat itu sehingga saya mulai berhenti untuk menceritakan masalah, dan hanya menyimpannya pada diri sendiri… Hal yang saya pegang tetap sama dengan yang diatas, JIKA ADA ORANG YANG MEMPERCAYAKAN MASALAHNYA KEPADA SAYA, SAYA AKAN COBA UNTUK MENYIMPANNYA… SAYA TAHU DIA SEDANG ADA MASALAH NAMUN DIA TIDAK MEMBERITAHU SAYA, SAYA BANTU DARI BELAKANG ATAU DIAM MENJADI ALTERNATIF YANG LEBIH BAIK

Tapi memang saya rasakan kita masih belum matang dalam menyikapi suatu informasi, hal ini dapat dilihat dari saya sendiri yang mungkin agak impulsif jika mendengar sebuah berita yang kurang mengenakkan, entah kenapa rasanya kurang greget kalau nggak bisa bantu, namun saya harus menyadari juga dalam menyikapi informasi ada satu hal yang harus saya pegang JUST YOU AND ME, Kalau ada segelinting kabar burung, alangkah lebih baik kita cek kepada yang bersangkutan langsung karena kita bukan Tuhan yang dapat menilai apakah itu aib atau bukan bagi yang mengalami….

Semoga dengan tulisan singkat ini bisa membuka wawasan agar lebih bijak lagi dalam menyikapi informasi….

NB : Terima kasih untuk akhi Bahril yang mengingatkan saya akan hal ini, dan terima kasih telah mau menjadi sahabat yang amar ma’ruf nahi munkar dengan saya ^^… Selanjutnya saya akan sering merepotkan ^^

NB2 : Afwan bwat orang yang saya tinggalkan tadi, saya sedang tidak suka saja dengan hal seperti tadi… seperti kelompok orang yang tidak berpendidikan yang haus dengan gosip, semoga kalian bisa menyikapi sebuah berita dengan lebih baik lagi, karena saya sudah tidak suka dengan hal seperti itu terpaksa saya harus meninggalkan kalian, maafkan aku… ternyata persahabatan kita hanya sebatas senang senang… terima kasih atas waktu yang singkat ini….. Insya Allah rahasia yang kalian ceritakan tetap akan saya simpan sendiri….

Tabayyun kemanakah dirimu ???

AssalamualaikumWr.Wb.

Maaf, banget kalau hiatusnya kelamaan… ternyata benar facebook bikin waktu kesita, dan kuliah yang makin semrawut membuat saya sama sekali tidak mendatangi blog ini hampir beberapa bulan. Mungkin banyak yang bisa diambil dari pengalaman masa saya hiatus, yang mungkin akan saya bagi secara bertahap karena untuk merangkai kata diperlukan suatu sinergi agar artikelnya enak dibaca. Mengapa saya bilang masa hiatus saya asyik ? Karena saya melakukan riset pada lingkungan saya, sebuah lingkungan ekstrim yang mencerminkan baik dan buruknya sebuah komunitas manusia.

Judul yang saya angkat untuk awalnya adalah Tabayyun.

Sebenernya tabayyun itu makhluk apa sih ??

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al-Hujurat: 6)

Ayat ini kurang lebih menjelaskan tentang wajibnya tabayyun, yakni cross cek. Sebagai seorang muslim ternyata kita diwajibkan untuk melakukan cross cek terhadap sebuah berita yang beredar dimasyarakat, tak cuma terhadap berita namun terhadap lingkungan sekitar kita…

Read the rest of this entry »

Kerasnya Hati

Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.

Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, “Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya.”

Tanda-Tanda Kerasnya Hati

————————–

Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :

Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan

Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya, melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya,

“Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak
(pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah : 54)

Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur’an dan Petuah

Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu’ atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur’an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta’ala telah memperingatkan, artinya, “Maka beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (Qaaf : 45)

Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah

Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.

“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah :126)

Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat

Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.

Kurang Mengagungkan Allah.

Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma’ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

Kegersangan Hati

Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.

Kemaksiatan Berantai

Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.

Read the rest of this entry »

Hiatus !!

Ah, sudah beberapa lama nggak update blog mulai dari Desember 2009….

Nanti dicoba dikejar updateannya >_<, silahkan ditunggu….